Hadapi Resesi, Sisihkan 30% Gaji untuk Dana Darurat


 


JAKARTA - Alokasi dana genting ditengah-tengah epidemi virus corona serta intimidasi krisis, jadi 

Mix Parlay Digemari Oleh Banyak Orang

hal yang penting. Karena, dana ini dapat dipakai bila suatu hal di luar prediksi berlangsung, seperti terserang Pemutusan Jalinan Kerja (PHK) atau kesehatan yang tidak bagus.Oleh karena itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho merekomendasikan, menyisihkan pendapatan untuk dana genting. Besarannya cukup 30% dari pendapatan yang didapatkan.Baca : Reksadana serta Emas Jadi Favorite Investasi Online waktu Covid-19Alokasi dana genting dapat juga semakin besar dari 30% jika pendapatan yang didapat semakin besar atau telah memenuhi pengeluaran yang ada. Atau yang berkaitan mempunyai pendapatan penambahan.Contohnya, bila mempunyai pendapatan Rp5 juta tiap bulan, karena itu dana genting yang disisihkan seputar Rp1,5 juta. Bila dengan cara persisten dana karena itu dalam setahun dapat capai Rp18 juta. "Jika ingin ditambahin (dana daruratnya) semakin lebih bagus," katanya waktu dikontak Okezone, Kamis (3/9/2020).Baca : 5 Prioritas Penting Saat Gajian, Nomor 3 Jangan DilupakanApalagi bila ada pendapatan penambahan, benar-benar dianjurkan untuk membagikan dana genting semakin besar lagi. Disamping itu, ada banyak pos pengeluaran yang perlu dipending atau dipindah bertambah dulu.Untuk misalnya, pos pengeluaran yang dipandang tidak dibutuhkan atau karakternya konsumtif."Contohnya oh may jajan boba, kopi atau beberapa hal semacam itu yang pendapat saya turunkan lagi. Sebab kita ingin distribusikan dana untuk dana genting," tuturnya. Disamping itu, buat yang ingin berinvestasi ditengah-tengah keadaan sekarang ini, sebaiknya waspada. Bila ingin aman, letakkan dana investasi pada instrumen yang tingkat risikonya rendah.


"Sebab kan bermakna kita ingin nambah kita akan kurangi pos pengeluaran lainnya. Jika ingin investasi bisa tetapi simpanlah di instrumen investasi yang condong rendah risikonya. Contohnya di deposito, logam mulia. Dibanding contohnya di pasar saham terkecuali ia trader," kata Andi.


Disamping itu, buat yang ingin berinvestasi ditengah-tengah keadaan sekarang ini, sebaiknya waspada. Bila ingin aman, letakkan dana investasi pada instrumen yang tingkat risikonya rendah.


"Sebab kan bermakna kita ingin nambah kita akan kurangi pos pengeluaran lainnya. Jika ingin investasi bisa tetapi simpanlah di instrumen investasi yang condong rendah risikonya. Contohnya di deposito, logam mulia. Dibanding contohnya di pasar saham terkecuali ia trader," kata Andi.


Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Likuiditas untuk Dana Darurat

Beda Investasi Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Untung?