Cara Menghitung Likuiditas untuk Dana Darurat


 


JAKARTA - Dana genting ditengah-tengah epidemi sangat penting, buat memperhitungkan hal yang 

Mix Parlay Digemari Oleh Banyak Orang

susah diperkirakan sekarang ini. Salah satunya cara yang perlu dilaksanakan ialah tentukan likuiditas dana genting.Hal itu dapat dengan mempertimbangkan performnce atau hasil investasi dari asset serta investasi dibanding dengan tingkat inflasi, likuiditas asset, serta hutang.Bila penataan asset seorang kurang baik, hingga termasuk juga ke kelompok tidak liquid atau mungkin tidak mempunyai dana tunai yang cukup, karena itu orang itu akan alami kesusahan untuk bayar tagihan-tagihan atau keharusan yang dipunyainya jika berlangsung beberapa hal yang tidak diharapkan.Baca : 3 Langkah Buat persiapan Dana Genting Semasa Epidemi Covid-19Sedangkan, bila kebanyakan mempunyai asset yang likuid, karena itu asset itu tidak dapat memberi hasil investasi yang diinginkan atau semakin tinggi. Makin likuid asset yang diletakkan, karena itu makin kecil hasil investasi atau bunganya.Berikut adalah penghitungan rasio likuiditas bertambah jelas seperti dikutip dari buku Succesful Financial Planner oleh Prof. Dr. Adler H. Manurung, R.F.C., Lutfi T. Rizky, S.E., M.M., R.F.A., Jakarta, Rabu (9/9/2020).Pertama, liquid asset per take-home pay (pendapatan bersih). Pendapatan sekarang ini tetap dibuat pangkal atau dasar untuk bayar tagihan sekarang ini. Ketentuan intinya ialah jika likuid asset yang dipunyai harus sebesar nilai pendapatan bersih untuk enam bulan.Baca : 4 Faedah Investasi Forex Trading, Harga Tidak Dapat DipermainkanTersedianya perlindungan semacam ini agar tagihan bisa dibayar, sekalinya untuk fakta PHK atau sakit, atau upah bulanan yang disetop.Untuk contoh, diibaratkan jika asset sebesar Rp50 juta serta pendapatan bersih sebesar Rp20 juta. Ini langkah menghitungnya, likuid asset sebesar Rp50 juta dipisah dengan pendapatan bersih Rp20 juta, hasilnya yaitu 2,5.Hasil dari penghitungan memperlihatkan jika liquid asset cuma cukup untuk tutupi 2,5 bulan pendapatan bersih bulanan. Oleh karenanya, yang perlu dilaksanakan secepat-cepatnya ialah meningkatkan jumlah likuid asset. Ke-2, liquid asset per hutang periode pendek. Dalam penghitungan rasio likuid asset per pendapatan bersih tidak mengikut masukkan hutang periode pendek, hingga benar-benar arif untuk hitung rasio likuid asset pada hutang periode pendek.


Untuk contoh, bila likuid asset Rp50 juta serta hutang sekarang ini Rp10 juta, rasio likuidnya yakni likuid asset Rp50 juta dipisah dengan hutang jangkan pendek Rp10 juta, hasilna ialah 2,5.


Rasio ini bermakna jika untu tiap Rp1.000 hutang periode pendek ada Rp5.000 likuid asset untuk memenuhinya. Makin tinggi rasio lebih bagus. Rasio likuiditas direncanakan untuk mengenali permasalahan liquiditas, hingga pembaruan bisa dilaksanakan.


Ke-2, liquid asset per hutang periode pendek. Dalam penghitungan rasio likuid asset per pendapatan bersih tidak mengikut masukkan hutang periode pendek, hingga benar-benar arif untuk hitung rasio likuid asset pada hutang periode pendek.


Untuk contoh, bila likuid asset Rp50 juta serta hutang sekarang ini Rp10 juta, rasio likuidnya yakni likuid asset Rp50 juta dipisah dengan hutang jangkan pendek Rp10 juta, hasilna ialah 2,5.


Rasio ini bermakna jika untu tiap Rp1.000 hutang periode pendek ada Rp5.000 likuid asset untuk memenuhinya. Makin tinggi rasio lebih bagus. Rasio likuiditas direncanakan untuk mengenali permasalahan liquiditas, hingga pembaruan bisa dilaksanakan.


Postingan populer dari blog ini

Hadapi Resesi, Sisihkan 30% Gaji untuk Dana Darurat

Beda Investasi Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Untung?